• Agustus 2008
    S S R K J S M
        Sep »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Halaman

  • Pos-pos Terakhir

  • UNIVERSITAS Universitas Lambung Mangkurat http://www.unlam.ac.id/ Universitas Indonesia http://www.ui.ac.id/ Universitas Padjadjaran (UNPAD) http://www.unpad.ac.id/ Universitas Gadjah Mada http://www.ugm.ac.id/ Universitas Trisakti http://www.trisakti.ac.id/ Universitas Brawijaya http://www.brawijaya.ac.id/ Universitas Airlangga http://www.unair.ac.id/ Universitas Diponegoro http://www.undip.ac.id/ Universitas Tarumanagara http://www.untar.ac.id/ Universitas Gunadarma http://www.gunadarma.ac.id/ Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya http://www.atmajaya.ac.id/ Universitas Terbuka http://www.ut.ac.id/ Universitas Sumatera Utara http://www.usu.ac.id/ Universitas Katolik Parahyangan http://www.unpar.ac.id/ Universitas Jayabaya Jakarta http://www.jayabaya.ac.id/ Universitas Hasanuddin http://www.unhas.ac.id/ Universitas Islam Indonesia http://www.uii.ac.id/ Universitas Lampung http://www.unila.ac.id/ Universitas Muhammadiyah Malang http://www.umm.ac.id/ Universitas Bina Nusantara http://www.binus.ac.id/ Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id/ Universitas Sebelas Maret http://www.uns.ac.id/ Universitas Paramadina http://www.paramadina.ac.id/ Universitas Tanjungpura Pontianak http://www.untan.ac.id/ Universitas Kristen Petra http://www.petra.ac.id/ Universitas Mulawarman http://www.unmul.ac.id/ Universitas Katolik Soegijapranata http://www.unika.ac.id/ Universitas Negeri Yogyakarta http://www.uny.ac.id/ Universitas Pasundan http://www.unpas.ac.id/ Universitas Kristen Duta Wacana http://www.ukdw.ac.id/ Universitas Sriwijaya http://www.unsri.ac.id/ Universitas Merdeka Malang http://www.unmer.ac.id/ Universitas Riau http://www.unri.ac.id/ Universitas Kristen Indonesia http://www.uki.ac.id/ Universitas Udayana http://www.unud.ac.id/ Universitas Katolik Widya Mandala http://www.wima.ac.id/ Universitas YARSI http://www.yarsi.ac.id/ Universitas Andalas http://www.unand.ac.id/ Universitas Muhammadiyah Yogyakarta http://www.umy.ac.id/ Universitas Sanata Dharma http://www.usd.ac.id/ Universitas Kristen Maranatha http://www.maranatha.edu/ Universitas Pelita Harapan http://www.uph.edu/ Universitas Atma Jaya Yogyakarta http://www.uajy.ac.id/ Universitas Persada Indonesia YAI http://www.yai.ac.id/ Universitas Kristen Krida Wacana http://www.ukrida.ac.id/ Universitas Pendidikan Indonesia http://www.upi.edu/ Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah http://www.uinjkt.ac.id/ Universitas Muhammadiyah Jakarta http://www.umj.ac.id/ Universitas Syiah Kuala http://www.unsyiah.ac.id/ UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA http://www.uksw.edu/ Universitas Ahmad Dahlan http://www.uad.ac.id/ UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 http://www.untag-sby.ac.id/ Universitas Sam Ratulangi http://www.unsrat.ac.id/ Universitas Jember http://www.unej.ac.id/ Universitas Muhammadiyah Surakarta http://www.ums.ac.id/ Universitas Negeri Jakarta http://www.unj.ac.id/ Universitas Bengkulu www1.rad.net.id/Hi-Ed-Net/unib.htm Universitas Mataram www1.rad.net.id/Hi-Ed-Net/unram.htm Universitas Islam Bandung http://www.unisba.ac.id/ Universitas Islam Sultan Agung http://www.unissula.ac.id/ Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta http://www.upnvj.ac.id/ UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA http://www.unesa.ac.id/ Universitas INDONUSA Esa Unggul http://www.indonusa.ac.id/ Universitas Dian Nuswantoro http://www.dinus.ac.id/
  • kroni

    More Photos
  • Komentar Terakhir

    teje21 on Binhad Nurrohmat:Solzhenitsyn:…
    BINHAD on Binhad Nurrohmat:Solzhenitsyn:…
    teje21 on Jelang Olimpiade 2008

Misteri Pelepasan Timor-Timur

[ Minggu, 24 Agustus 2008 ]

Misteri Pelepasan Timor-Timur

Judul Buku : Pembantaian Timor-Timur, Horor Masyarakat Internasional Pengarang : Joseph Nevins

Penerbit : Galang Press, Jogjakarta

Cetakan : I, Juli 2008

Tebal : xxiii + 375 Halaman

Munculnya ide pelepasan Timor-Timur (Timtim) berawal dari dua opsi yang diajukan Presiden B.J. Habibi melalui referendum pada 27 Januari 1999. Opsi pertama memberi otonomi khusus kepada Timtim, dan kedua pemisahan Timtim dari Indonesia. Rakyat Timtim memilih opsi kedua, karena dinilai sebagai pilihan terbaik setelah mereka merasa disakiti selama 24 tahun oleh Indonesia.

Pada referendum 30 Agustus 1999, Timtim menyatakan merdeka dari Indonesia, hasil referendum diumumkan, dan rakyat Timtim lepas dari kuasa Indonesia. Begitu rakyat Timtim menyatakan keberaniaannya melepaskan diri dari belenggu Indonesia, kekerasan terjadi di mana-mana. Kelompok militer muncul di mana-mana, bikin onar, dan membantai orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan.

Pada masa itu, Timtim kembali ke ”titik nol”, kosong seperti tidak punya sejarah, nyawa manusia banyak tercincang layaknya ayam yang mau dipanggang. Baru tiga tahun kemudian, tepatnya pada 20 Mei 2002, Timtim resmi manjadi negara merdeka, dan mengubah namanya menjadi Timor Leste dengan bahasa resmi Portugal. Dengan meresmikan sebagai negara sendiri, kemerdekaannya diharapkan mampu memberi pencerahan baru terhadap masyarakat Timtim. Namun, kemerdekaan tidak semegah yang dibayangkan sewaktu mempertahankan dengan kucuran darah. Kemerdekaannya justru dirasakan oleh orang-orang di luar Timtim yang sengaja menyeting rakyat Timtim hidup dalam konflik.

Dengan status sebagai ”negara muda” yang stabilitas politik dan ekonominya masih sangat rentan konflik kepentingan, Timtim terombang-ambing menentukan arah masa depannya. Terlebih bila dikaitkan dengan tragedi masa lalu yang penuh darah dan pembantaian.

Buku ini mencoba memotret gejolak politik kepentingan yang terjadi sepanjang 1999 dan setelah Timtim menentukan hari kemerdekaannya. Kejahatan kemanusiaan yang pernah melenyapkan tanah Lorosae sampai saat ini masih bergentayangan dengan berbagai bentuk. Joseph Nevins, penulis buku ini, memaparkan secara gamblang kekacauan yang terjadi sebagai saksi dari insiden-insiden kekerasan pada 1999.

Komisi Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM) Timor-Timur yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) melaporkan adanya persekongkolan yang menjadi dasar bagi aksi kekerasan yang kemudian terjadi secara sistematis dan meluas. Antara lain adalah gelontaran dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pemda dan alokasi anggaran rutin pembangunan daerah dan dana jaring pengaman sosial (JPS) untuk membiayai pembentukan dan perekrutan anggota pamswkasrsa. Bukan hanya itu, TNI terbukti juga memasok berbagai persenjataan kepada milisi. Mulai jenis SKS, N-16, Mauser/G-34, granat, pistol, termasuk sejumlah senapan rakitan (hlm. xx)

Dalam catatan Joseph, pada September 1999 TNI dan milisi melakukan sejumlah pembunuhan, pembakaran rumah-rumah, pengusiran secara paksa terhadap warga Timtim yang memilih untuk merdeka dalam referendum yang dilaksanakan PBB. Setelah seperempat abad dalam pendudukan Indonesia, sekitar 1.000 sampai 2.000 warga sipil Timtim terbunuh hanya dalam beberapa bulan sebelum dan beberapa hari sesudah referendum 1999. Sekitar 500.000 orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan lari mengungsi.

Namun, kasus yang paling menonjol dan sampai saat ini masih memberi embrio terjadinya konflik baru, antara lain pembantaian di Gereja Liguica, pembunuhan warga Kailako di Bobonaro, penghadangan rombongan Manuel Gama, eksekusi penduduk sipir di Boronaro, dan penyerangan rumah Manuel Carrascalao. Juga kerusuhan di Dili, penyerangan diosis Dili, penyerangan rumah Uskup Belo, pembakaran rumah penduduk di Maliana, penyerangan kompleks gereja di Suai, dan pembunuhan di Polres Maliana. Termasuk pembunuhan wartawan Belanda Sander Thoenes serta pembunuhan rombongan rohaniawan di Lospalos (hlm. xxii)

Joseph merekam sendiri tindak kekejaman yang tidak manusiawi secara langsung di Timtim. Dia berada di tengah kekacauan dan amuk massa pada 1999 itu. Bagi dia, semua tragedi menjadi sebuah pertanyaan dan gugatan reflektif ihwal carut-marut kemanusiaan yang terus terjadi di berbagai belahan dunia.

Bagi Joseph, buku ini menjadi sebuah media kritik dan evaluasi di tengah berbagai tragedi mengenaskan dunia yang terus terjadi tanpa henti. Penulis sadar bahwa tragedi yang terjadi di Timtim tidak bisa dipotret seutuhnya, secara sempurna, tetapi dia melihat bahwa tragedi itu harus disuarakan, agar menjadi keprihatian masyarakat dunia.

Di tengah maraknya tindak kekerasan, buku ini menjadi bahan renungan tersendiri bagi Indonesia. Meski Timtim sudah tidak lagi menjadi bagian dari Indonesia, sejarah tidak akan pernah melupakan bahwa Indonesia pernah mengobrak-abrik rakyat Timor-Timur.

Buku ini mungkin akan memerahkan telinga para petinggi TNI dan Polri, karena banyak informasi yang menelanjangi sepak-terjang tentara dan polisi selama bertugas di sana. Kejahatan kemanusiaan adalah derita bagi semua orang, dan semua orang bisa merasakan perihnya. (*)

*) Ainur Rasyid, Alumnus PP. Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: